Masyarakat
wilayah eks Karesidenan Banyumas sangat mengenal sosok punakaaawan yang bernama
Bawor, anak Ki Lurah Semar dalam cerita pewayangan. Diluar Banyumas sosok ini
bernama Bagong.
Watak sosok Bawor dikenal cablaka (terus terang), jujur, lugu, saru, tapi
sangat setia pada majikannya, sehingga sebagian besar Wong Banyumas senang dan
cocok jika Bawor menjadi “Maskot” sekaligus mencerminkan simbol “Wong cilik”
mesipun mempunyai sifat jelek yaitu “Clamit”(suka minta-minta) tetapi terus
terang dan tidak munafik, kalau ya mengatakan ya dan kalau tidak mengatakan
tidak.
Maskot (semacam azimat) tidak prlu dituangkan dalam Perda ATAU Surat Keputusan
Bupati, karena ia lahir dari kemauan masyarakat Banyumas. Sosok Bawor juga
menjadi logo resmi setiap kali ada event besar di Kabupaten Banyumas seperti
pada kejuaraan KRAP (Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan) tingkat Nasional pada
tahun 1990, Klegiatan Seminar Tingkat Nasional sampai hiasan lampu besar di
Purbalingga, menggunakan maskot Bawor.
Sosialisasi sosok Bawor sebagai maskot Kabupaten Banyumas bermula saat Bapak
Joko Sudantoko menjabat Bupati tahun 1988 – 1998. Lewat otak-atik bagian Humas
Protokoler Setda Kabupaten Banyumas yang secara iseng menyodorkan logo untuk
spanduk dan penerbitan buku Hari Jadi Kabupaten Banyumas serta berbagai
selebaran yang memasang gambar bawor.
Ternyata
Bapak Joko Sudantoko berkenan dan sering mengkampanyekan sosok bawor yang
cablaka cocok dengan watak Wong Banyumas. Sehingga sejak tahun 1989 setiap ada
spanduk, penerbitan buku, atau selebaran selalu mencantumkan Bawor (pada saat
itu belum di plot sebagai maskot), tetapi kemudian Pemda Banyumas dan
masyarakat sering memakai sosok bawor dalam aneka kegiatan/ enent penting.
Tetapi tidak ada SK atau Perda yang menetapkan bawor sebagai maskot Weong
Banyumas. Jadi sekiranya ada yang keberatan mengapa harus bawor, Bagian Humas
Setrda dengan enteng menjawab itu bukan maskot resmi dan tidak ada dasar
hukumnya, hanya spontanitas yang sudak memasyarakat.
Ada
warga yang mengusulkan supata tokoh bawor diganti dengan Janoko (Arjuna) atau
Bima (Werkudara) agar lebih pas dengan motto Banyumas yaitu SATRIYA. Itipun
masih ada yang menyanggah karena sosok Janoko (Arjuna) mempunyai watak
“thukmis” (mata keranjang)

RSS Feed
Twitter
12:12 PM
Mencoba mengerti
Posted in
0 komentar:
Post a Comment